Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini

Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini

Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini

Big Match Liverpool yang menjamu Manchester United di Anfield berakhir imbang tanpa gol, kedua tim harus puas berbagi angka setelah sama-sama tidak mampu menghasilkan gol untuk meraih kemenangan tadi malam 14 october. Dalam laga ini sejatinya anak asuh Jurgen Klopp mendominasi dan menciptakan banyak peluang namun tidak satupun yang mampu menjadi gol, para pemain Liverpool seakan kehilangan gairah untuk menciptakan gol menyiakan peluang yang ada. ini menunjukan jika Liverpool sedang dalam krisis kepercayaan diri serta membutuhkan striker baru yang haus akan gol.
(Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini)
Liverpool menciptakan 19 kali percobaan dengan 13 shoot on target dengan 62 ball possession yang amat disayangkan tidak mampu di konversi menjadi gol oleh para barisan penyerang Liverpool. Jurgen Klopp harus segera bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah ini agar Liverpool dapat bersaing dalam perburuan gelar mengingat saat ini mereka terpuruk di peringkat ke-8, serta posisinya yang mulai terancam pemecatan.
(Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini)
Pemain baru yang di beli Liverpool musim ini belum mampu menunjukan kualitas mereka, Liverpool arahan Jurgen Klopp hanya mampu berkotak-katik untuk menguasai bola di tengah lapangan serta gencar dalam melakukan peneterasi namun sayang mereka tidak mampu menciptakan gol, jika ingin menyelamatkan karirnya Klopp harus cepat bertindak dengan mengubah gaya bermainnya dan cepat berburu striker yang haus akan gol dan cocok dengan taktiknya.
(Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini)
Musim ini Liverpool seolah kehilangan gairah bertarung, mereka seolah-olah mengalami krisis kepercayaan diri di depan gawang lawan, 8 pertandingan sudah dimainkan Liverpool namun mereka hanya menang 3 kali serta hanya mencetak 13 gol. Ini amat mengkhawatirkan mengingat mereka mengusung permainan menyerang dengan penguasaan bola yang hampir mencapai 60 persentase setiap kali bermain. Pekan ini Livepool akan bertandang ke markas Maribor dalam lanjutan Liga Champions Group E dimana mereka baru mengumpulkan 2 angka dari 2 pertandingan yang telah dimainkan, kemenangan akan menjadi harga mati untuk pasukan Jurgen Klopp serta karirnya kepelatihannya akan dipertaruhkan pada laga ini.
(Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini)
Dalam Liga Champions ini juga merupakan partai hidup mati dari pelatih Liverpool. Hal ini diungkapkan oleh mantan pemain nya di era 1991-2002, yaitu Jamie Redknapp. Hal ini dilontarkan oleh Jamie Redknapp karena perolehan poin yang didapatkan oleh Klopp sangat jauh berbeda dibawah rata rata dari mantan mantan pelatihnya. Pemain timnas Inggris ini membandingkan dirinya dengan pelatih Liverpool dari tahun 2012-2015, Brendan Rodgers.
(Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini)
Redknapp mengatakan jumlah poin yang didapatkan oleh mantan pelatih Liverpool asal Republik Irlandia semasa dia menjabat adalah 141 dan rata rata kemenangan yang didapatkan oleh dirinya adalah 56%. Sementara Klopp yang pada musim ini mendatangkan beberapa pemain top hanya mampu mendapatkan 132 poin dan rata rata kemenangan yangdi dapatkannya adalah 51%. Mendegar berita bahwa dirinya akan dipecat membuat pelatih yang lahir di Stuttgart, Jerman Barat 16 Juni 1967 ini angkat bicara.
(Tumpulnya Lini Serang Liverpool Pada Awal Musim Ini)
Dengan mengatakan jika dirinya memang dipecat oleh “The Reds” maka Liverpool akan sulit mendapatkan pelatih yang baik sepertinya. Isu pemecetan ini berhembus akibat kurang konsistennya permainan Liverpool di musim ini. Mengapa hal tersebut bisa menjadi alasan pemecatan Klopp? Contohnya saja pertandingan saat menjamu Manchester United, permainan dari “The Reds” diatas rata-rata, namun tidak ada penyelesaian yang berbuah gol yang menjadi kendalanya. Selain itu, di Liga Champions tim ini baru mencetak 3 gol dan juga kemasukan 3 gol. Jadi, manajemen menuntut Klopp agar merubah taktik permainannya agar di akhir musim Anfield bisa mendapat gelar.