Anies Berada Dalam Jerit Dan Tawa Para Pedagang Tanah Abang

Anies Berada Dalam Jerit Dan Tawa Para Pedagang Tanah Abang
Anies Berada Dalam Jerit Dan Tawa Para Pedagang Tanah Abang
Salah satu pedagang di tanah abang bernama Sherli (50 tahun) memiliki senyum yang terus membingkai di wajahnya karena mendapatkan tenda merah yang berada di depan stasiun tanah abang. Sherli merupakan salah satu pedagang yang beruntung setelah mendapatkan jatah dari Pemprov DKI. “Saya mendapatkan tenda merah nomor 12.” Ucap Sherli yang berprofesi sebagai penjual pakaian wanita dan pria tersebut. Sherli mengakui jika dirinya sangat senang saat ini sudah menjadi pedagang resmi. Sebelumnya mereka bersama dengan teman-temannya merupakan pedagang yang duduk di trotoar stasiun tanah abang baru.
(Anies Berada Dalam Jerit Dan Tawa Para Pedagang Tanah Abang)
Kini dengan mendapatkan tenda yang berwarna merah ini, Sherli mengakui jika dirinya sangat senang dan tidak akan takut masuk dalam razia Satpol PP lagi. “Biasanya kalau tidak resmi kami akan di uber-uber, kami sangat takut. Namun sekarang kami sudah sangat senang menjadi pedagang resmi,” tukas Sherli. Warga dari kampung Bali tersebut menyebutkan jika dirinya yakin tidak akan berpengaruh dengan omset penjualan mereka. Meski saat ini mereka tidak berdagang lagi di trotoar tanah abang. Apalagi ini akan memasuki jelang musim lebaran, Sherli sangat yakin jika dagangannya akan laku terjual habis dengan tempat baru ini.

“Disini juga ramai kok, jadi saya masih yakin jika masih akan tetap laris,” katanya. Sherli juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI yaitu Anies Baswedan karena sudah diberikan tempat yang layak dan bagus untuk berjualan. “Terima kasih pada pak Anies, kami sudah bisa dengan aman mencari rezeki kami tanpa takut kena razia lagi,” ucap Sherli. Sherli juga menambahkan jika mereka sudah di data oleh dinas pada awal bulan lalu dan tadi malam di suruh datang untuk mengambil nomor undian tenda.
(Anies Berada Dalam Jerit Dan Tawa Para Pedagang Tanah Abang)
“Semalam kami mengambil nomor undian untuk tenda dan kami semua sangat senang ini bisa kami dapatkan dengan gratis,” lanjut Sherli. Selain dari Sherli, Siti Asiyah yang merupakan seorang penjaga toko yang berada di Blok B tanah abang ini juga mengucapkan terima kasih dengan adanya bus Transjakarta secara gratis yang akan beroperasi ke tanah abang. Siti mengaku jika sebelumnya dia harus membayar Rp 3.000 untuk naik angkot dari rumahnya ke tempat ia bekerja.

Namun Siti mengaharapkan jika angkutan dari Transkajakarta itu tidak bersifat sementara dan bisa untuk selamanya. “Saya harap yang bisa gratis selamanya, jadi saya bisa hemat dan lebih enak dengan angkutan yang ber AC,” ujar siti sambil tertawa. Ada yang senang dengan kebijkan Anies dengan memberikan tenda kepada para PKL, namun jeritan dilakukan oleh kios resmi dari pasar blok G tanah abang. Salah satu pedagang dari blok G bernama Yeni mengaku jika saat ini mereka sedang bingung dengan bagaimana nasib dari kios kios yang berada di tanah abang nantinya.
(Anies Berada Dalam Jerit Dan Tawa Para Pedagang Tanah Abang)
“Saya kecewa dengan Gubernur yang sekarang karena dia memikirkan untuk menata PKL namun tidak memikirkan nasib yang ada kios,” ujar Yeni. Selain jeritan dari Yeni juga ada pedagang dari Blok G lainnya yaitu Taufik yang merasa jika para PKL di resmikan maka kios mereka akan otomatis lebih sepi. “Kalau memang sudah di resmikan pasti kios kami akan makin sepi. Para pembeli otomatis lebih memilih PKL karena lebih gampang di akses, sedangkan ke kios Blok G saja lebih kesulitan,” ucap Taufik.